kagiatan ekstra

Senin, 14 November 2016

proklamasi kemerdekaan indonesia

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 tahun Masehi, atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Daftar isi

Latar belakang

























































Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Pengibaran bendera pada 17 Agustus 1945.
Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, berdasarkan tim PPKI.[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang telah menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang (sic).

Dikibarkannya bendera Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang secara resmi menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta BPUPKI Dalam perjalanan sejarah menuju kemerdekaan Indonesia, dr. Radjiman adalah satu-satunya orang yang terlibat secara akif dalam kancah perjuangan berbangsa dimulai dari munculnya Boedi Utomo sampai pembentukan BPUPKI. Manuvernya di saat memimpin Budi Utomo yang mengusulkan pembentukan milisi rakyat disetiap daerah di Indonesia (kesadaran memiliki tentara rakyat) dijawab Belanda dengan kompensasi membentuk Volksraad dan dr. Radjiman masuk di dalamnya sebagai wakil dari Boedi Utomo.
Pada sidang BPUPKI pada 29 Mei 1945, ia mengajukan pertanyaan “apa dasar negara Indonesia jika kelak merdeka?” Pertanyaan ini dijawab oleh Bung Karno dengan Pancasila. Jawaban dan uraian Bung Karno tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ini kemudian ditulis oleh Radjiman selaku ketua BPUPKI dalam sebuah pengantar penerbitan buku Pancasila yang pertama tahun 1948 di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Terbongkarnya dokumen yang berada di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi ini menjadi temuan baru dalam sejarah Indonesia yang memaparkan kembali fakta bahwa Soekarno adalah Bapak Bangsa pencetus Pancasila.
Pada tanggal 9 Agustus 1945 ia membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Saigon dan Da Lat untuk menemui pimpinan tentara Jepang untuk Asia Timur Raya terkait dengan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki yang menyebabkan Jepang berencana menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, yang akan menciptakan kekosongan kekuasaan di Indonesia. tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

Peristiwa Rengasdengklok

Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana terbakar gelora kepahlawanannya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, mereka bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu - buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.

Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda

Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Tadashi Maeda dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokyo bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi izin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokyo dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.
Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti "transfer of power". Bung Hatta, Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan.
Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.[2] Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56[3] (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).

Detik-detik pembacaan naskah proklamasi

Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.[3] Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Istana Merdeka.
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.[3]
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Isi teks proklamasi


Teks Naskah Proklamasi Klad yang ditempatkan di Monumen Nasional

Naskah Proklamasi Klad

Teks naskah Proklamasi Klad adalah asli merupakan tulisan tangan sendiri oleh Ir. Soekarno sebagai pencatat, dan adalah merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.
Adapun yang merumuskan proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia terdiri dari Tadashi Maeda, Tomegoro Yoshizumi, S. Nishijima, S. Miyoshi, Mohammad Hatta, Soekarno, dan Achmad Soebardjo[4].
Para pemuda yang berada di luar meminta supaya teks proklamasi bunyinya keras. Namun Jepang tak mengizinkan. Beberapa kata yang dituntut adalah "penyerahan", "dikasihkan", diserahkan", atau "merebut". Akhirnya yang dipilih adalah "pemindahan kekuasaan"[4]. Setelah dirumuskan dan dibacakan di rumah orang Jepang, isi proklamasi pun disiarkan di radio Jepang.
Berikut isi proklamasi tersebut:
                                                           Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17 - 8 - '05 Wakil2 bangsa Indonesia.
Naskah Proklamasi Klad ini ditinggal begitu saja dan bahkan sempat masuk ke tempat sampah di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda. B.M. Diah menyelamatkan naskah bersejarah ini dari tempat sampah dan menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, hingga diserahkan kepada Presiden Soeharto di Bina Graha pada 29 Mei 1992.[5][6]

Naskah baru setelah mengalami perubahan


Teks Naskah Proklamasi Otentik yang ditempatkan di Monumen Nasional
Teks naskah Proklamasi yang telah mengalami perubahan, yang dikenal dengan sebutan naskah "Proklamasi Otentik", adalah merupakan hasil ketikan oleh Mohamad Ibnu Sayuti Melik (seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan Proklamasi), yang isinya adalah sebagai berikut :
                                                     P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
                          Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
                                 Atas nama bangsa Indonesia.
                                        Soekarno/Hatta.
(Keterangan: Tahun pada kedua teks naskah Proklamasi di atas (baik pada teks naskah Proklamasi Klad maupun pada teks naskah Proklamasi Otentik) tertulis angka "tahun 05" yang merupakan kependekan dari angka "tahun 2605", karena tahun penanggalan yang dipergunakan pada zaman pemerintah pendudukan militer Jepang saat itu adalah sesuai dengan tahun penanggalan yang berlaku di Jepang, yang kala itu adalah "tahun 2605".)

Perbedaan teks naskah Proklamasi Klad dan Otentik


Teks Proklamasi yang tercantum pada uang pecahan 100,000 Rupiah.
Di dalam teks naskah Proklamasi Otentik sudah mengalami beberapa perubahan yaitu sebagai berikut :
  • Kata "Proklamasi" diubah menjadi "P R O K L A M A S I",
  • Kata "Hal2" diubah menjadi "Hal-hal",
  • Kata "tempoh" diubah menjadi "tempo",
  • Kata "Djakarta, 17 - 8 - '05" diubah menjadi "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05",
  • Kata "Wakil2 bangsa Indonesia" diubah menjadi "Atas nama bangsa Indonesia",
  • Isi naskah Proklamasi Klad adalah asli merupakan tulisan tangan sendiri oleh Ir. Soekarno sebagai pencatat, dan adalah merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo. Sedangkan isi naskah Proklamasi Otentik adalah merupakan hasil ketikan oleh Mohamad Ibnu Sayuti Melik (seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan Proklamasi),
  • Pada naskah Proklamasi Klad memang tidak ditandatangani, sedangkan pada naskah Proklamasi Otentik sudah ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

Klip suara naskah yang dibacakan oleh Ir. Soekarno di studio RRI

Tempat Pembacaan teks naskah Proklamasi Otentik oleh Ir. Soekarno untuk pertama kali adalah di Jalan Pegangsaan Timur 56Jakarta Pusat, tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 (hari di mana diperingati sebagai "Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia"), pukul 11.30 waktu Nippon (sebutan untuk negara Jepang pada saat itu). Waktu Nippon adalah merupakan patokan zona waktu yang dipakai pada zaman pemerintah pendudukan militer Jepang kala itu. Namun perlu diketahui pula bahwa pada saat teks naskah Proklamasi itu dibacakan oleh Bung Karno, waktu itu tidak ada yang merekam suara ataupun video, yang ada hanyalah dokumentasi foto.
Suara asli dari Ir. Soekarno saat membacakan teks naskah Proklamasi yang sering kita dengar saat ini adalah bukan suara yang direkam pada tanggal pada tanggal 17 Agustus 1945 tetapi adalah suara asli dia yang direkam pada tahun 1951 di studio Radio Republik Indonesia (RRI), yang sekarang bertempat di Jalan Medan Merdeka Barat 4-5 – Jakarta Pusat. Dokumentasi berupa suara asli hasil rekaman atas pembacaan teks naskah Proklamasi oleh Bung Karno ini dapat terwujudkan adalah berkat prakarsa dari salah satu pendiri RRI, Jusuf Ronodipuro.

Teks pidato proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia


Tugu Proklamasi di Jalan Proklamasi (dulu Jalan Pegangsaan Timur) tempat dibacakannya Naskah Proklamasi Otentik pada tanggal 17 Agustus 1945
Saudara-saudara sekalian!
Saya telah meminta Anda untuk hadir di sini untuk menyaksikan peristiwa dalam sejarah kami yang paling penting.
Selama beberapa dekade kita, Rakyat Indonesia, telah berjuang untuk kebebasan negara kita-bahkan selama ratusan tahun!
Ada gelombang dalam tindakan kita untuk memenangkan kemerdekaan yang naik, dan ada yang jatuh, namun semangat kami masih ditetapkan dalam arah cita-cita kami.
Juga selama zaman Jepang usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak pernah berhenti. Pada zaman Jepang itu hanya muncul bahwa kita membungkuk pada mereka. Tetapi pada dasarnya, kita masih terus membangun kekuatan kita sendiri, kita masih percaya pada kekuatan kita sendiri.
Kini telah hadir saat ketika benar-benar kita mengambil nasib tindakan kita dan nasib negara kita ke tangan kita sendiri. Hanya suatu bangsa cukup berani untuk mengambil nasib ke dalam tangannya sendiri akan dapat berdiri dalam kekuatan.
Oleh karena semalam kami telah musyawarah dengan tokoh-tokoh Indonesia dari seluruh Indonesia. Bahwa pengumpulan deliberatif dengan suara bulat berpendapat bahwa sekarang telah datang waktu untuk mendeklarasikan kemerdekaan.
Saudara-saudara:
Bersama ini kami menyatakan solidaritas penentuan itu.
Dengarkan Proklamasi kami :
                    P R O K L A M A S I
 KAMI BANGSA INDONESIA DENGAN INI MENYATAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA.
HAL-HAL YANG MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN DAN LAIN-LAIN DISELENGGARAKAN
DENGAN CARA SAKSAMA DAN DALAM TEMPO YANG SESINGKAT-SINGKATNYA.
Kita sekarang sudah bebas!
Tidak ada lagi penjajahan yang mengikat negara kita dan bangsa kita!
Mulai saat ini kita membangun negara kita. Sebuah negara bebas, Negara Republik Indonesia-lamanya dan abadi independen. Semoga Tuhan memberkati dan membuat aman kemerdekaan kita ini! [7]

Penyebaran teks proklamasi

Wilayah Indonesia sangatlah luas. Komunikasi dan transportasi sekitar tahun 1945 masih sangat terbatas. Di samping itu, hambatan dan larangan untuk menyebarkan berita proklamasi oleh pasukan Jepang di Indonesia, merupakan sejumlah faktor yang menyebabkan berita proklamasi mengalami keterlambatan di sejumlah daerah, terutama di luar Jawa. Namun dengan penuh tekad dan semangat berjuang, pada akhirnya peristiwa proklamasi diketahui oleh segenap rakyat Indonesia. Lebih jelasnya ikuti pembahasan di bawah ini. Penyebaran proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 di daerah Jakarta dapat dilakukan secara cepat dan segera menyebar secara luas. Pada hari itu juga, teks proklamasi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Domei (sekarang Kantor Berita ANTARA), Waidan B. Palenewen. Ia menerima teks proklamasi dari seorang wartawan Domei yang bernama Syahruddin. Kemudian ia memerintahkan F. Wuz (seorang markonis), supaya berita proklamasi disiarkan tiga kali berturut-turut. Baru dua kali F. Wuz melaksanakan tugasnya, masuklah orang Jepang ke ruangan radio sambil marah-marah, sebab mengetahui berita proklamasi telah tersiar ke luar melalui udara.
Meskipun orang Jepang tersebut memerintahkan penghentian siaran berita proklamasi, tetapi Waidan Palenewen tetap meminta F. Wuz untuk terus menyiarkan. Berita proklamasi kemerdekaan diulangi setiap setengah jam sampai pukul 16.00 saat siaran berhenti. Akibat dari penyiaran tersebut, pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita dan menyatakan sebagai kekeliruan. Pada tanggal 20 Agustus 1945 pemancar tersebut disegel oleh Jepang dan para pegawainya dilarang masuk. Sekalipun pemancar pada kantor Domei disegel, para pemuda bersama Jusuf Ronodipuro (seorang pembaca berita di Radio Domei) ternyata membuat pemancar baru dengan bantuan teknisi radio, di antaranya Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar. Mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31, dengan kode panggilan DJK 1. Dari sinilah selanjutnya berita proklamasi kemerdekaan disiarkan.
Usaha dan perjuangan para pemuda dalam penyebarluasan berita proklamasi juga dilakukan melalui media pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Harian Suara Asia di Surabaya merupakan koran pertama yang memuat berita proklamasi. Beberapa tokoh pemuda yang berjuang melalui media pers antara lain B.M. Diah, Sayuti Melik, dan Sumanang. Proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan kepada rakyat Indonesia melalui pemasangan plakat, poster, maupun coretan pada dinding tembok dan gerbong kereta api, misalnya dengan slogan Respect Our Constitution, August 17!!! (Hormatilah Konstitusi Kami, 17 Agustus!!!). Melalui berbagai cara dan media tersebut, akhirnya berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat tersebar luas di wilayah Indonesia dan di luar negeri. Meskipun menggunakan banyak media dan alat penyebaran, sebelum tahun 2005, pihak Belanda sebagai penjajah Indonesia tak mengakui Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 (de facto) melainkan tahun 1949 tanggal 27 Desember sebagaimana pengakuan PBB (de jure)[8] sebab mereka berpendapat bahwa pada tahun 1945, kekuasaan di Indonesia diserahkan kepada Sekutu, bukan dibebaskan oleh Jepang. Di samping melalui media massa, berita proklamasi juga disebarkan secara langsung oleh para utusan daerah yang menghadiri sidang PPKI. Berikut ini para utusan PPKI yang ikut menyebarkan berita proklamasi :

Peringatan 17 Agustus 1945


Pengibaran Bendera Sang Saka Merah Putih pada setiap perayaan 17 Agustus
Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan ini dengan meriah. Mulai dari lomba panjat pinang, lomba makan kerupuk, sampai upacara militer di Istana Merdeka, seluruh bagian dari masyarakat ikut berpartisipasi dengan cara masing-masing.

Lomba-lomba tradisional

Perlombaan yang seringkali menghiasi dan meramaikan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI diadakan di kampung-kampung/ pedesaan yang umumnya diikuti oleh anak-anak dan remaja dan dikoordinir oleh pengurus kampung (RT/RW) / organisasi pemuda setempat (karang taruna).

Peringatan detik-detik proklamasi

Peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka dipimpin oleh Presiden RI selaku Inspektur Upacara. Upacara dimulai sekitar pukul 10.00 WIB untuk memperingati awal upacara Proklamasi tahun '45. Seremoni peringatan biasanya disiarkan secara langsung oleh seluruh stasiun televisi nasional Indonesia. Acara-acara pada pagi hari termasuk: penembakan meriam dan sirene, pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih (Bendera Indonesia), pembacaan naskah Proklamasi, dll. Pada sore hari terdapat acara penurunan bendera Sang Saka Merah Putih.

lirik lagu love yourself

For all the times that you rain on my paradeAnd all the clubs you get in using my nameYou think you broke my heart, oh girl for goodness sakeYou think I'm crying, oh my oh, well I ain't
And I didn't wanna write a song cause I didn't want anyone thinking I still careI don't but, you still hit my phone upAnd baby I be movin' on and I think you should be somethin'I don't wanna hold back, maybe you should know thatMy mama don't like you and she likes everyoneAnd I never like to admit that I was wrongAnd I've been so caught up in my job, didn't see what's going onAnd now I know, I'm better sleeping on my own
Cause if you like the way you look that muchOh baby you should go and love yourselfAnd if you think that I'm still holdin' on to somethin'You should go and love yourself
But when you told me that you hated my friendsThe only problem was with you and not themAnd every time you told me my opinion was wrongAnd tried to make me forget where I came from
And I didn't wanna write a song cause I didn't want anyone thinking I still careI don't but, you still hit my phone upAnd baby I be movin' on and I think you should be somethin'I don't wanna hold back, maybe you should know thatMy mama don't like you and she likes everyoneAnd I never like to admit that I was wrongAnd I've been so caught up in my job, didn't see what's going onAnd now I know, I'm better sleeping on my own
Cause if you like the way you look that muchOh baby you should go and love yourselfAnd if you think that I'm still holdin' on to somethin'You should go and love yourself
For all the times that you've made me feel smallI fell in love, now I feel nothin' at allHad never felt so low when I was vulnerableWas I a fool to let you break down my walls?
Cause if you like the way you look that muchOh baby you should go and love yourselfAnd if you think that I'm still holdin' on to somethin'You should go and love yourselfCause if you like the way you look that muchOh baby you should go and love yourselfAnd if you think that I'm still holdin' on to somethin'You should go and love yourself

lirik lagu zindagi kuch toh bata

Ek din mohabbat odh kar
Ek din gali ke mod par
Teri hatheli par likhun mera naam tere naam par
Phir tu taqalluf chhod kar
Phir tu jhuka kar ke nazar
Rakhna mere kaandhe pe sar
Zindagi…
Kuch to bata zindagi
Apna pataa zindagi..
Kuch toh bataa zindagi
Apna pataa zindagi..
Taaron bhari ek raat mein
Tere khat padhenge saath mein
Kora jo panna reh gaya
Ek kaanpte se haath mein
Thodi shiqaayat karna tu
Thodi shiqayat main karun
Naraaz bas na hona tu,
Zindagi…
Kuch to bata zindagi
Apna pataa zindagi..
Kuch toh bataa zindagi
Apna pataa zindagi..
Tu hai to main hoon
Tu hai to main hoon
Tu hai to main hoon
Tu hai to Khuda
Tu hai to Rab
Tu hai toh falak
Tu hai toh zameen (Repeats..)
(Video Version)
Wahin main hoon, jahaan tum ho
Jahaan dekhun wahaan tum ho
Mohabbat ki zubaan tum ho
Mere dil ki duaa tum ho
Labon pe haan wafaa tum ho
Nazaara tum fiza tum ho
Tasalli ka samaa tum ho
Sukoon dil ka shifa tum ho
Oho..

lirik lagu tu jo mila bajrangi bhaijan

Tu Jo Mila Lirik dan terjemahan (Bajrangi Bhaijaan)

Siapa yang menyukai film Bajrangi Bhaijan tunjuk tangan?? Saya kasih beberapa jempol hehehehehe ini termasuk film Salman Khan yang saya suka setelah Hum Saath Saath Hain, apalagi peran Munni/ Shahida yang dimainkan oleh Harshaali Malhotra berhasil memikat banyak orang. Aktingnya senyap tanpa suara mampu mencuri perhatian. Film ini juga memecahkan rekor sebagai film yang paling ingin ditonton di televisi dan mengalahkan pemecah rekor sebelumnya 3Idiots.

Namun sekarang saya nggak akan cerita tentang film ini tetapi tentang sebuah Ost yang selalu terniang niang dikepala (hahahha bahasanya) ada Tu Jo Mila (Saat aku menemukan mu). Singel ini dirilis dalam tiga versi dan dinyanyikan oleh tiga penyanyi yang berbeda dan pastinya dengan sedikit perubahan liriknya. Penasaran ayo simak saja J.

Singer: KK
Music: Pritam
Lyrics: Kausar Munir
Music On: T-Series
Aashiyaana mera saath tere, hai na? (Tempat tinggalku bersama mu, bukan begitu?)
Dhoondte teri gali mujhko ghar mila (Ketika mencari jalanmu , aku menemukan rumahku)
Aab-o-daana mera haath tere, hai na? (Segala kebutuhanku ada padamu, bukan begitu?)
Dhoondte tera Khuda mujhko Rab mila (ketika mencari Tuhanmu aku menemukan tuhanku)
Tu jo mila lo ho gaya main qaabil (Saat menemukanmu, aku menjadi bisa/mampu)
Tu jo mila to ho gaya sab haasil haan! (Saat menemukanmu, aku telah mendapatkan segalanya, Iya)
Mushqil sahi aasaan hui manzil (walaupun itu sulit, semua jalan menjadi mudah)
Kyunki Tu.. Dhad.kan.. Main Dil... (Karena Kamu adalah Denyut/debaran dan aku jantungnya)

Rooth jaana tera (Ketika kamu menjadi marah)
Maan jaana mera (Aku menemukan tempatku)
Dhoondhte teri hansi (Saat mencari kesenanganmu)
Mill gayi khushi (Aku menemukan Kebahagiaanku)
Raah hoon main teri (Aku adalah jalanmu)
Rooh hai tu meri (Kamu ada bersamaku)
Dhoondhte tere nishaan (ketika mencari jejakmu)
Mill gayi khudi (Aku menemukan diriku sendiri)
Tu jo mila lo ho gaya main qaabil (Saat menemukanmu, aku menjadi bisa/mampu)
Tu jo mila to ho gaya sab haasil haan! (Saat menemukanmu, aku telah mendapatkan segalanya, Iya)
Mushqil sahi aasaan hui manzil (walaupun itu sulit, semua jalan menjadi mudah)

Kyunki Tu.. Dhad.kan.. Main Dil... (Karena Kamu adalah Denyut/debaran dan aku jantungnya)

Tu Jo Mila (Reprise) Lyrics
Singer: Papon
Music: Pritam
Lyrics: Kausar Munir
Music On: T-Series
Aashiyaana mera saath tere, hai na? (Tempat tinggalku bersama mu, bukan begitu?)
Dhoondte teri gali mujhko ghar mila (Ketika mencari jalanmu , aku menemukan rumahku)
Aab-o-daana mera haath tere, hai na? (Segala kebutuhanku ada padamu, bukan begitu?)
Dhoondte tera Khuda mujhko Rab mila (ketika mencari Tuhanmu aku menemukan tuhanku)
Tu jo mila lo ho gaya main qaabil (Saat menemukanmu, aku menjadi bisa/mampu)
Tu jo mila to ho gaya sab haasil haan! (Saat menemukanmu, aku telah mendapatkan segalanya, Iya)
Tu Jo Mila aasaan hui manzil (Saat menemukanmu, semua jalan menjadi mudah)
Kyunki Tu.. Dhad.kan.. Main Dil... (Karena Kamu adalah Denyut/debaran dan aku jantungnya)

Fiqrein sabhi dhuaan hui (Segala Kekhawatiran telah menghilang didalam Kabut)
Farkon se dil darta nahin (Hati ini tak lagi takut akan perbedaan diantara kita)
Chaaha tujhe iss tarah (Aku mencintaimu dengan cara seperti ini)
Chahat se dil bharta nahin ( ketika hati ini tidak mendapat cinta yang sempurna)
Tu jo mila... (Ketika Aku menemukanmu)
Seedhi lage tirchi dagar (walaupun sedikit bagian dari cinta yang terlihat)
Chalne se dil thakta nahin (Hati ini tidak lelah untuk terus berjalan)
Meetha lage aisa safar (perjalanan ini terlihat sangat manis)
Rukne do dil karta nahin (hati ini hanya tidak mau untuk berhenti)

Tu jo mila.. aa..
Tu jo mila.. ho gaya main qaabil
Tu jo mila.. to ho gaya sab haasil.. haan!
Tu jo mila.. aasaan hui mushqil
Kyunki Tu dhadkan.. Main dil...


Tu Jo Mila (Dekhna Na Mudke) Lyrics
Singer: Javed Ali
Music: Pritam
Lyrics: Kausar Munir
Music On: T-Series

Aashiyaana mera saath tere, hai na? (Tempat tinggalku bersama mu, bukan begitu?)
Dhoondte teri gali mujhko ghar mila (Ketika mencari jalanmu , aku menemukan rumahku)
Aab-o-daana mera haath tere, hai na? (Segala kebutuhanku ada padamu, bukan begitu?)
Dhoondte tera Khuda mujhko Rab mila (ketika mencari Tuhanmu aku menemukan tuhanku)
Tu jo mila lo ho gaya main qaabil (Saat menemukanmu, aku menjadi bisa/mampu)
Tu jo mila to ho gaya sab haasil haan! (Saat menemukanmu, aku telah mendapatkan segalanya, Iya)
Tu jo mila aasaan hui manzil (walaupun itu sulit, semua jalan menjadi mudah)
Kyunki Tu.. Dhad.kan.. Main Dil... (Karena Kamu adalah Denyut/debaran dan aku jantungnya)

Dekhna na mudke (Jangan melihat kebelakang)
Ja chali ja ud ke (lihat sekarang dan terbang)
Ja tujhe bhool se bhi na lage nazar (Sehingga kamu tidak akan terkena pandangan buruk dari setan)
Neend teri de jaa (Berikan tidurmu/Mimpikanku)
Deed mere le jaa (Walaupun Hanya sekejab)
Jaa ki teri raat ko mill gayi sehar (Sebelum malammu menjadi fajar)
Tu jo mila lo ho gaya main qaabil
Tu jo mila to ho gaya sab haasil.. haan!
Mushqil sahi haan aasaan hui mushqil
Kyunki Tu.. Dhadkan.. Main Dil...

efek jika anda teralalu lama duduk di motor

Bagi Anda yang biasa mengendarai motor sehari-hari ada baiknya untuk membaca artikel di bawah ini. Apalagi Anda yang terbiasa mengendarai motor untuk perjalanan yang cukup jauh, ternyata ada banyak akibat yang dihasilkan apabila Anda terlalu lama duduk di motor.
 

Terlalu Lama Duduk Di Motor Dapat Berakibat Fatal

Ternyata apabila Anda sering menunggangi sepeda motor akan dapat mengakibatkan saraf terjepit. Mengapa demikian? Karena, motor akan memberikan getaran yang cukup banyak saat dikendarai. Semakin sering Anda mengendarai motor maka akan semakin sering pula tubuh Anda mendapatkan getaran. Getaran yang banyak itu mampu merobek otot manusia. Seperti baju, apabila  sering disikat ataupun dicuci, lama-kelamaan akan sobek. Otot manusia juga seperti itu, apabila sering bergetar maka akan sobek. Dan apabila telah sobek akan mengakibatkan pecah dan retaknya tulang tubuh seseorang.
 efek terlalu lama duduk di motor
Tulang tubuh diibaratkan sebagai tiang listrik yang disangga oleh tali-tali kecil yang kuat di sekelilingnya. Apabila tali tersebut putus maka tiangnya pun akan roboh, sama seperti otot manusia. Selain otot yang sobek ternyata bantalan antara tulang juga akan sobek. Apabila seseorang telah mengalami saraf terjepit biasanya akan ada rasa nyeri yang merambat ke paha, kemudian kaki, ini artinya saraf sudah sangat terjepit.
 
Tidak dapat diketahui pasti berapa lama seseorang menunggangi sepeda motor, sehingga menimbulkan saraf kejepit, yang pasti apabila telah merasa pegal dan nyeri itu berarti otot mereka sudah ada yang sobek.
 
Selain mengalami saraf kejepit, ternyata terlalu lama duduk di motor juga dapat menyebabkan pembekuan darah pada pembuluh-pembuluh daerah lipatan paha sampai kaki karena tidak lancarnya aliran darah. Dan yang paling mengejutkan ternyata dudk lama di motor akan menyebabkan kemandulan. Ini disebabkan karena, ketika sedang menunggangi motor (khusus laki-laki) alat reproduksi Anda terjepit, dan akan merugikan terhadap kesuburan sperma Anda. Pada alat reproduksi laki-laki terdapat testis yang berfungsi untuk mengahasilkan sperma. Apabila organ tersebut terlalu lama terjepit maka produksi sperma pada sperma akan terganggu. Dan juga pemakaian celana yang ketat ketika mengendarai motor juga dapat mempengaruhi kesuburan sperma.
 
Sedikit saran untuk Anda apabila terlalu lama duduk di motor, yaitu gunakanlah motor yang jenis setirnya cukup tegak, agar dapat menahan kelurusan dan akan membuat punggung tetap menjadi tegak. Apabila Anda sedang berpergian jauh, dan terasa lelah maka cobalah untuk istirahat sejenak. Dan bisa juga dengan melatih otot, khusuya otot depan dan belakang, yaitu dengan cara berolahraga dengan baik. Selain itu perbanyaklah konsumsi kalsium dan protein. Kalsium banyak pada jenis makanan susu dan ikan teri, sedangkan protein terdapat pada ikan-ikanan.

kenapa naik sepeda motor itu sangat bahaya

tabrakan 1
Di negeri kita, sepeda motor adalah alat transportasi favorit. Jauh dekat, bahkan dekat sekali lebih mengutamakan naik motor daripada jalan kaki.
Bahkan sekarang anak-anak kecil yang masih duduk di bangku kelas 3 SD pun sudah biasa naik sepeda motor. Mereka seperti lupa bahwa alat transportasi beroda dua ini sangat bisa untuk membunuh.
Pernah saya mendapati ada orang tua yang merasa malu anaknya belum bisa naik sepeda motor, padahal anaknya masih SMP 😈 dan pernah terlibat kecelakaan bermotor. Si anak mungkin trauma, tapi si orang tua merasa anaknya bodoh. Lha hubungane opo jal?
Bahaya utama dari sepeda motor adalah keseimbangan. inti dari naik sepeda motor adalah menjaga keseimbangan. Apapun motornya, matik kek, moge kek, bebek kek
Saat sebuah motor sudah berjalan, keseimbangan mudah di dapat dan sekaligus mudah hilang jika pengendaranya tidak terampil.
Terutama jika bobot sepeda motor lebih berat daripada pengendara. Ditambah fisik pengendara yg masih bocah dan belum terampil.
Jika pengendara masih bocah, saat motor melaju pelan lebih mudah kehilangan keseimbangan. Saat motor melaju dengan kecepatan tinggi juga akan kesulitan mengontrolnya.
Illus3
Apalagi jika tidak dibarengi dengan kematangan emosi, karena menurut penelitian di Amerika sono: saat manusia mengendarai sepeda motor, 90% otaknya dikuasai emosi, nagh jika masih labil maka yang muncul? ya jiwa ababil enggak berotak. bukan responsible riding. asal selap selip.
Jadi enggak heran ketika berkendara mudah tersulut emosi, lebih berbahaya jika ditambah jiwa labil, karena mudah kehilangan fokus/kontrol keseimbangan.
Maka kalau marah saat berkendara ya gampang njlungep (nyungsep), lha wong fokusnya melampiaskan marah.
Jadi bila lagi marah ya jangan dilampiaskan dengan berkendara. Salah-salah bisa dimarahi sama malaikat maut :mrgreen:
korban kecelakaan ban ceper

bahaya vape

Awalnya rokok elektronik atau vapor diciptakkan untuk mengurangi ketergantungan pada rokok tembakau, karena rokok tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi ternyata dampak rokok elektrik vapor juga sama berbahayanya seperti rokok tembakau. Dampak negatif rokok elektrik bagi kesehatan mungkin masih menjadi perdebatan bagi beberapa orang yang mengenal dunia kesehatan seperti dokter dan praktisi kesehatan lainya. Parahnya lagi, kita sering membaca di iklan cetak maupun media online jika electric cigarete adalah rokok aman dan di klaim bebas nikotin, tar juga aneka bahan berbahaya lainnya.

Bagian dari rokok elektrik terdapat penampung cairan atau liquid yang ketika dipanaskan akan menghasilkan uap yang berasap, Tombol power, drip, mods, dan alat pemanas yang digunakan untuk mengubah liquid menjadi uap asap. Penampung liquid tadi bisa diisi ulang. Larutan ini mengandung propilen glikol, gliserin, dan perasa. Larutan ini dipanaskan, kemudian muncul uap selayaknya asap. Sebagian perusahaan menjual cairan perasa tertentu. Antara lain perasa mentol/ mint, karamel, buah-buahan, kopi, coklat maupun susu.

Saat pertama kali rokok elektrik beredar, sebenarnya liquid untuk rokok ini tidak mengandung nikotin, karena banyak permintaan dari konsumen untuk menambahkan nikotin, sehingga banyak beredar liquid yang mengandung nikotin. Terus bedanya apa dengan rokok tembakau? Sama saja kan. Nikotin juga akan membuat kita kecanduan untuk mengunakan rokok elektrik ini. domain name and web hosting packages
domain name and web hosting packages
Efek Samping Dan Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan
domain name and web hosting packages
Efek Samping Rokok Elektrik
Dikutip dari meetdoctor.com bahwa FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat sudah merilis data dari 18 penelitian mengenai rokok jenis ini. Nikotin cair sintesis yang terkandung di dalamnya ternyata bisa membuat paru-paru teriritasi. Saat rokok diisap, cairan ini akan berubah menjadi carbonyl yang mengakibatkan kanker. Kini, rokok elektrik juga memiliki pengatur suhu sehingga bisa mengatur kadar nikotin. Akan tetapi, semakin tinggi pengaturan suhu, maka semakin banyak pula carbonyl yang diproduksi. Selain itu, jumlah formaldehida akan menyamai rokok biasa. Padahal formaldehida bisa membahayakan paru-paru. Asap buatan pada rokok ini juga akan menimbulkan aerosol yang sangat berisiko bagi kesehatan paru-paru.
domain name registrant website domain registration free
Bahaya Rokok Elektrik (Vapor)
1. Rokok Terbakar
Rokok elektrik merupakan rokok yang menggunakan bantuan baterai untuk memanas elemen yang menjadikan liquid berubah menjadi asap. Apabila arus yang dihasilkan baterai atau terjadi suatu kesalahan akan membuat elemen pemanas menjadi terbakar. Sekecil apapun kapasitas baterai dan arus listrik yang dihasilkan, namun efek ledakan yang terjadi akan sangat membahayakan diri anda sendiri.
web hosting domain name registration
2. Kadar Nikotin Yang Tidak Menentu
Penetapan tentang aturan rokok elektrik ini belum ada, sehingga banyak pedagang nakal yang membuat larutan atau liquid sendiri. Nikotin merupakan zat berbahaya yang dapat mematikan apabila kadarnya terlalu tinggi. Ada sebaian penjul mengklain bahwa liquid yang dijualnya tidak mengandung nikotin atau tar, apakah semua itu benar? TIDAK. Banyak penjual yang mencampurkan nikotin pada liquid yang dibuatnya. Kadarnya pun Cuma dikira-kira. Bagaimana kalau kadar nikotinnya terlalu tinggi? Bisa dibayangkan kan, betapa berbahayanya. web hosting domain name registration cheap web hosting domain name
cheap web hosting domain name
3. Merusak Paru Paru
Asap yang dihasilkan dari rokok elektrik ini berasal liquid yang dihasilkan dari campuran zat-zat seperti propilen glikol, gliserin, nikotin dan perasa. Asap akan masuk kedalam tubuh dan menyebabkan iritasi pada paru paru manusia, bahkan pada penggunaan jangka panjang ini bisa menyebabkan kanker bagi pengisapnya. cheap web hosting domain name web hosting domain name registration
what is web hosting and domain registration
4. Penyakit Jantung
Asap ketika didalam tubuh akan masuk kedalam saluran peredaran darah. Asap akan mengikat oksigen, sehingga pasokan oksigen keseluruh tubuh menjadi terganggu. Dampak yang ringan biasanya hanya pusing-pusing. Tetapi apabila hal ini terus berlanjut, kemungkinan akan teserang penyakit jantung.
what is web hosting and domain registration domain name and web hosting packages
Sehingga apabila anda pengguna rokok eletrik (vapor) berhati-hatilah, karena rokok ini sama berbahayanya dengan rokok tembakau. Pilihlah rokok dengan kualitasnya bukan harganya yang murah. Didalam harga murah itu akan sangat memungkinkan banyak hal negatif yang ditimbulkan. Sebaiknya berhentilah merokok, sebelum rokok membunuhmu.